Mamah-mamah Muda Harus Melek Stunting (part1) : Apa itu Stunting?

Ilustrasi stunting dari kaltimkece.id

Oooooke.. Saya akuin blog ini udah kalah saing sama rutinitas per emak-emak an pasca saya hamil dan melahirkan. Tau kan hobinya buibuk yang baru punya anak bayik yang masih kinyis2? Yap.. buka online shop nyari baju bayi yang lucu-lucu. Boro-boro mau nulis blog, yang ada kerjaannya dandanin anak bayi mulu. 🤣🤣

Oiya mentemen apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat yaa, i know.. pandemi covid19 yang sedang kita alami memang bikin situasi jadi serba sulit, tapi yakin lah.  This too shall pass, jadi tetep semangat yaa!

Nah, di kesempatan yang langka ini saya mau nulis santai soal stunting. Lumayan berfaedah gitu postingannya hahaha. Stunting ini penting banget buat diketahui sama para ibu, khususnya ibu-ibu muda kayak saya ini

emang situ masih muda put?

Anyway, kenapa sih buibuk harus melek stunting? karenaaaa.. Stunting itu GAK BISA DIOBATI, bahasa kerennya irreversible, tapi SANGAT BISA DICEGAH. Makanya buibuk mesti paham dulu nih apa itu stunting supaya bisa memastikan agar anak-anaknya bisa terbebas dari jeratan stunting.

Apa itu Stunting?

Bagi masyarakat awam, Stunting dikenal dengan sebutan kerdil atau pendek. Sebenernya definisi Stunting itu panjang banget: kondisi gagal tumbuh pada anak usia dibawah 2 tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak menjadi lebih pendek dari yang seharusnya. Nah lho.. panjang ya?

Emang yang "seharusnya" itu segimana sih? Nah.. untuk menjawab pertanyaan ini kita akan berpatokan pada kurva Tinggi Badan menurut usia yang dikeluarkan oleh WHO. Kayak gini nih bentuknya:

Ini yang versi laki-laki yaa buk.. yang perempuan beda lagi, warnanya pink gemes gitu. #apasih.

WHO sendiri mengeluarkan berbagai jenis kurva pertumbuhan mulai dari Berat Badan menurut usia (BB/U), Tinggi Badan menurut usia (TB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dan lainnya, bisa langsung download kurvanya di web resminya yaa disini.

Kenapa patokannya pakai kurva WHO? Bukannya orang bule emang rata-rata lebih tinggi dari orang Indonesia ya?? Ya jelas aja nanti hasilnya pendek orang patokannya pake standar orang bule kok..

Buibuk ojo julid dan grasa grusu dulu.. karena kurva pertumbuhan dari WHO di keluarkan berdasarkan penelitian yang melibatkan perwakilan etnis dari beberapa negara, termasuk Asia. Mereka memantau data pertumbuhan dari kurang lebih 8500 anak selama 6 tahun dari tahun 1997 sampai 2003. (gila yaa.. terniat banget penelitiannya, May Allah bless them). Anak-anak ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu misalnya ibunya gak ngerokok dan mau menuruti rekomendasi pemberian makan yang bener. Hasilnya adalah anak-anak ini yang notabene dari ras yang berbeda, tumbuh secara linear alias gak beda jauh. Makanya, kurva ini beneran menggambarkan bagaimana SEHARUSNYA anak itu tumbuh, gak perduli apapun suku dan rasnya.

Gimana kita tau anak kita stunting atau gak?

Balik lagi ke pertanyaan tadi, emang tinggi badan anak menurut usianya segimana sih? dan yang dibilang pendek itu segimana?? Yuk kita lihat lagi di kurvanya.

Tinggi atau panjang badan anak normalnya berada di atas garis negatif 2. Anak dikatakan pendek (stunted) apabila setelah di plot di dalam kurva ini, tinggi badannya berada dibawah garis -2, dan pendek banget (severely stunted) apabila berada di bawah garis -3.

Kurva ini cukup mudah kok diisinya, persis seperti mengisi KMS (Kartu Menuju Sehat).  Saya ambil contoh misalnya pas 8 bulan tingginya 73cm dan 9 bulan kemarin 75cm.  Maka kalo di plot di dalam kurva jadinya begini:

Ini berarti masih kategori normal


Dampak mengerikan dari Stunting

Trus emang kenapa gitu kalo anak pendek? Kan ibu bapaknya pendek? Kan yang penting anaknya pinter, aktif, lincah, bisa salto, bisa terbang #eh.

Sayang disayang, itu semua adalah statement yang keliru buibuk..

Pertama, faktor keturunan tidak begitu berpengaruh di 2 tahun pertama anak. Masih inget kan studi WHO yang saya ceritain diatas?  Faktanya, genetik tidak begitu berpengaruh pada pertumbuhan anak di 2 tahun pertama kehidupannya.

Kedua, kenapa definisi stunting menitikberatkan pada  usia dibawah 2 tahun? Karena 2 tahun pertama kehidupan anak adalah fase kritis pertumbuhan otak dimana 80% sirkuit jaringan otak terbentuk. Kekurangan nutrisi pada fase ini menyebabkan pengkerutan otak dan gangguan mielinisasi pada jaringan otak.

Throwback di jaman SMA, masih inget dong fungsi mielin pada otak? Yap.. mempercepat arus informasi dari satu bagian otak ke bagian otak lainnya. Kebayang kan kalo proses pembentukan mielinnya terganggu bisa jadi apa otaknya? Kalo kata anak jaman sekarang : LoLa.. loadingnya lama.

Jaringan otaknya lebih merata pada anak yang gak stunting
ilustrasi diambil dari the power of nutrition

Dan.. -sumpah ini ngeri banget- harus diinget bahwa otak hanya mempunyai kesempatan satu kali untuk tumbuh dengan baik. Setiap gangguan pada proses pertumbuhan otak berpotensi untuk tidak dapat diperbaiki alias permanen. 

Itu dia kenapa di awal saya sempet sebutin bahwa efek stunting itu irreversible, gak bisa dibalikin lagi ke semula. Meskipun pada akhirnya tinggi badan si anak setelah 2 tahun bisa di boost atau di koreksi, tetep fungsi kognitif atau potensi kecerdasan anak gak akan pernah sama dengan anak yang gak menderita stunting di 2 tahun pertama kehidupannya.

Dari situ kemudian bersambung deh dampaknya ke masa sekolah si anak, kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan berujung ke rendahnya pendapatan ketika si anak dewasa nanti. Belum lagi resiko terkena penyakit-penyakit degeneratif yang lebih besar bagi anak yang menderita stunting.

Ngeri banget yaa buibuk..

Untuk menambah kengerian kewaspadaan kita semua, wahai para mamah muda, perhatikanlah statistik dari Kemenkes ini: 1 dari 3 anak di Indonesia menderita stunting. Apakah kita yakin anak kita gak termasuk di dalamnya?

Kok lo reseh banget dah put nakut-nakutin gw?!

Ya emang niatnya gitu, harus takut dulu biar kita jadi waspada. Nah sekarang gimana caranya memastikan anak kita yang masih kinyis-kinyis ini bisa terbebas dari stunting?

Di postingan berikutnya yaaaaak.
Stay tune.

Salam mamah muda,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yuk Kenalan Sama Kartu Suplementasi Ibu Hamil

Bidan Jangan Gagal Paham Tentang Tablet Tambah Darah, yess

Icip-Icip Kuliner Timur Tengah di Ajwad Resto