Yuk Kenalan Sama Kartu Suplementasi Ibu Hamil

Dear mentemen sejawat,

Di postingan sebelumnya, saya sempat cerita tentang standart tablet tambah darah untuk ibu hamil yang ternyata sudah diatur oleh pemerintah dalam Permenkes 88 Tahun 2014, which means.. gak semua tablet tambah darah yang beredar di pasaran sesuai untuk ibu hamil, karena ada standar minimal zat besi dan asam folat yang harus dipenuhi per tabletnya.

Nah, sekarang mari kita bahas permasalahan berikutnya terkait dengan pemberian tablet tambah darah di lapangan. Saya yakin banget semua bidan yang bertugas dari Sabang sampai Merauke pasti sudah rutin memberikan tablet tambah darah kepada setiap ibu hamil yang datang. Ini tidak terlepas dari kebijakan pemberian tablet tambah darah, dimana semua ibu hamil wajib mendapatkan satu tablet tambah darah setiap hari, minimal 90 tablet selama kehamilan untuk mencegah anemia.

Pertanyaannya adalah.. tablet yang kita berikan diminum gak sih?

Ini adalah pertanyaan yang sangat mendasar dan bukan tanpa alasan, karena setiap tahunnya negara mengeluarkan uang milyaran rupiah untuk membeli tablet tambah darah yang nantinya akan disalurkan ke puskesmas-puskesmas yang ada di Indonesia, tetapi nyatanya, angka Anemia kita kok gak turun-turun ya? Bahkan dari RISKESDAS (Riset Dasar Kesehatan) tahun 2013 ke SIRKESNAS (Survey Indikator Kesehatan Nasional) tahun 2016, angka Anemia malah naik dari 37,1% ke 54,9%. Nah lho..

Ternyata berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013, dari semua ibu hamil yang mendapatkan tablet tambah darah selama kehamilan, yang meminum tabletnya sampai dengan 90 tablet selama kehamilan hanya sebesar 29,7%. Angka ini rendah banget ya mentemen? artinya dari 10 orang ibu hamil, yang patuh meminum tablet tambah darah setiap harinya hanya 2-3 orang aja. Ketebak dong ya kenapa angka anemia kita susah banget turunnya. It makes sense now, right?

Ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari tabletnya yang bikin mual,  belum lagi rasa dan bau tabletnya yang gak menarik, kurangnya konseling dari petugas kesehatan sehingga si ibu hamil kurang paham manfaat minum tablet tambah darah, sampai dengan belum adanya gerakan pemantauan kepatuhan minum tablet tambah darah pada ibu hamil. 

Kementrian kesehatan sebenarnya sudah mulai menyelesaikan satu-satu dari permasalahannya ini. Sebagai contoh terkait dengan tabletnya yang bikin mual, Kementrian kesehatan sudah mengeluarkan tablet tambah darah formula baru, yang sebelumnya jenis senyawa besinya adalah ferro sulfat, sekarang diganti menjadi ferro fumarat. Dari beberapa artikel yang saya baca, senyawa ferro fumarat tidak sebegitu iritatifnya ke lambung jika dibandingkan dengan ferro sulfat. 

Selain mengganti jenis senyawa besinya, Kemenkes juga melengkapi tablet tambah darah formula baru dengan selaput gula untuk menyamarkan rasa dan bau zat besi yang gak enak, PLUS mengganti kemasan yang tadinya sachet berisi 30 tablet, which is rentan terjadi oksidasi begitu sachet dibuka, menjadi bentuk blister atau papan yang jauh lebih aman.

Nah, terkait masalah kepatuhan minum tablet tambah darah, Kemenkes ngeluarin ini nih, namanya kartu suplementasi ibu hamil. Mentemen udah pernah denger belum? Seperti ini penampakannya. 


Kartu ini bisa dicetak bolak balik dan dilipet 3 layaknya leaflet-leaflet kesehatan pada umumnya. Karena ukurannya imut, kartu ini bisa dimasukkan ke dalam dompet atau di straples di buku KIA. Nah, kartu ini memiliki dua sisi. Sisi yang pertama (bagian atas pada gambar) memuat dua jenis tabel, pertama tabel untuk memantau kepatuhan minum tablet tambah darah. Tabel yang kedua adalah tabel PMT yang digunakan untuk memantau PMT (Pemberian Makanan Tambahan) jika ibu menderita KEK (Kekurangan Energi Kronis). Sedangkan pada sisi yang kedua (bagian bawah pada gambar) memuat informasi-informasi sederhana yang bisa dibaca oleh ibu hamil dan keluarga.

Prinsip penggunaan kartu ini sebetulnya mirip-mirip dengan konsep PMO (Pengawas Minum Obat) untuk program TB. Jadi, nanti satu orang ibu hamil memiliki satu pengawas minum tablet tambah darah, dianjurkan dari keluarga (suami, ibu, mertua, dll). Pengawas ini bertugas untuk memastikan ibu hamil betul-betul meminum tablet tambah darah, istilahnya ditongkrongin lah ya sampai itu tablet ditelen sama ibu hamil. Setelah itu, pengawas memberikan tanda centang di kolom kecil pada tabel yang sesuai dengan usia kehamilan saat itu. Kalau usia kehamilan si ibu itu 6 bulan maka centangnya  di kotak-kotak kecil yang ada di tabel "bulan ke-6". Mudah kan? 

Penggunaan kartu ini juga bisa melibatkan lintas sektor lho.. apalagi untuk mentemen yang bertugas di desa, bisa tuh ajak ibu-ibu PKK atau kader untuk membantu mengecek kartu ini, misalnya tiap 2 minggu sekali atau tiap posyandu. 

Lalu, apa lagi yang harus dilakukan?
Nah, sebagai bidan, mentemen harus mengecek kartu ini setiap kunjungan ulang. Ingatkan ibu untuk membawa sisa tablet tambah darah saat kunjungan sehingga nanti bisa dicek and ricek, berapa jumlah centang dan berapa tablet yang tersisa saat kunjungan. Jangan sampe ya kan... saking suaminya semangat, usia hamilnya baru 6 bulan, eeeh centangannya udah sampe tabel ke 9. Hahaha. 

Selain itu, kita sebagai bidan juga wajib melakukan pemeriksaan Hemogblobin (Hb) secara berkala pada si ibu hamil, tujuannya selain mendeteksi dini kejadian anemia, pemeriksaan Hb juga bisa untuk memvalidasi hasil pemantauan kartu ini.

Sebagai contoh, begitu dilihat, bener sih setiap kolom kecilnya tercentang rapi setiap hari, tapi kok pas diperiksa Hbnya hasilnya dibawah normal terus ya? Nah kalau seperti ini, maka ada dua kemungkinan, pertama, ada ketidakjujuran dalam pengisian kartu kepatuhan atauuuuuuu... kemungkinan yang kedua, si ibu menderita penyakit tertentu yang menyebabkan Hbnya rendah padahal sudah rutin mengkonsumsi tablet tambah darah, misalnya penyakit malaria, kecacingan atau kelainan darah.

Gimana gimana? tertarik untuk menerapkan kartu ini? Jangan lupa ya, biar lebih paten, penggunaan kartu ini harus dilengkapi dengan konseling yang efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang manfaat minum tablet tambah darah.

Biar tambah semangat, bisa nih dikasih reward untuk ibu-ibu hamil yang centangannya terisi setiap hari, dengan catatan diakhir kehamilan hasil Hbnya diatas 11gr/dL. Hadiahnya gak mesti kulkas atau tivi juga sih ya, bisa bangkrut bu bidannya hahaha, hadiah yang simpel-simpel juga ibu hamil udah seneng kok, contohnya paket sabun bayi, handuk, voucher pijat bayi dan ide-ide kreatif lainnya. Dijamin deh, ibu-ibu hamil bakalan semangat minum tablet tambah darah! 

Siapa tau, langkah kecil kita ini kelak menjadi cikal bakal penurunan angka anemia pada ibu hamil di Indonesia. *tsaaah.. keren gak bahasanya? Btw, perlu nyanyi MARS IBI dulu gak nih kita? Hahaha

Oiya, download kartu ini bisa disini ya

Selamat melawan anemia pada kehamilan yaa mentemen sejawat ^^


XoXo



Komentar

Posting Komentar