Ulang Tahun: Antara Sejarah dan Keputusan untuk Resign Merayakannya


Waktu saya kecil, kepengaruh sama filem-filem kartun yang saya tonton, setiap kali ulang tahun saya selalu kepingin dirayain dengan kue tart bulat yang warna-warni lengkap dengan lilin-lilin yang menyala diatasnya, belum lagi dekorasi balon warna-warni dan topi kerucut. Pasti menyenangkan. Tapi karena waktu itu kehidupan ekonomi keluarga saya bener-bener sulit, makanya saya gak tega untuk minta pesta kayak begini sama ibu saya yang notabene single parent. 


Beranjak dewasa, ulang tahun menjadi perayaan akrab di lingkungan kampus dan kerjaan. Lagi-lagi terinspirasi dari filem-filem di televisi, ngucapin selamat di jam 00.01, ngerjain orang sekaligus ngasih surprise dan kado, menjadi hal yang sering saya dan teman-teman lakukan. Belum lagi make a wish yang jadi rutinitas sebelum meniup lilin yang ada di atas kue. 

Saking udah jadi rutinitas, pertanyaan kayak, "Put, lo udah ngucapin selamat ulang tahun ke si itu -si ini atau si anu-belum?" sering banget keluar sebagai peringatan khusus. Waktu itu, lupa ngucapin selamat ulang tahun ke orang terdekat bisa diartikan bahwa kita gak sayang atau gak care sama itu orang.

Iya. Tradisi merayakan ulang tahun, entah yang hanya sekedar mengucapkan selamat atau yang lengkap dengan kue ulang tahun serta kado sudah menjadi tradisi yang diikuti oleh banyak orang. Hampir setiap harinya, di beranda sosial media, ada aja yang melontarkan ucapan selamat ulang tahun mulai dari happy birthdaymet milad sampai saeng-il chughahamnida buat mereka yang Kpop mania.

Tapi pernah gak kita bertanya-tanya, siapa sih yang punya ide pertama kali untuk ngerayain hari kelahiran? tradisi siapa sih sebenernya yang kita ikuti?

emang penting banget ya put tau ini tradisi asal muasalnya dari mana?

Well.. yang pertama, penasaran. Serius. Gimana awal mulanya sampe bisa ada perayaan hari lahir? Trus kenapa ulang tahun identik dengan kue? dan kenapa harus pake lilin? trus kenapa ada tradisi make a wish sebelum lilinnya ditiup? i dont know with you guys, but this things, really turn my curiousity on.

yang kedua-dan yang terpenting- karena ini :

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya ( Qs. Al Isra:36)

Oke. Mari kita mulai..

Kalau kita ketik "history of birthday celebration" di kotak pencariannya mbah google, maka akan keluar sederet artikel yang membahas tentang itu. Menariknya, banyak dari artikel tersebut merupakan artikel yang berkaitan dengan agama Nasrani atau lembaga ke-gereja-an. Saya menemukan banyak artikel menarik (salah satunya disini) yang menyatakan bahwa ternyata umat kristiani jaman dahulu tidak merayakan hari kelahiran mereka.

Hmm.. interesting.

Alasannya adalah karena tradisi perayaan ulang tahun berkaitan dengan paganisme, you know, hal-hal yang berkaitan dengan menyembah dewa bulan, bintang, matahari dan semacamnya. Sama dengan umat Islam, sebagai kaum yang percaya dengan adanya Tuhan, Umat Kristiani waktu itu gak ikut-ikutan ngerayain hari ulang tahun siapapun.

Ini bukan keputusan yang tanpa alasan karena faktanya adalah tradisi perayaan ulang tahun yang tercatat dalam sejarah memang ditujukan untuk kelahiran seorang 'dewa'. Perayaan ulang tahun bermula di zaman Mesir Kuno. Perayaan ini digelar untuk Pharaoh, semacam petinggi yang diagungkan oleh rakyatnya. Pharaoh ini dianggap 'tuhan' atau 'dewa' oleh kaumnya, oleh karena itu kehadiran mereka di dunia menjadi penting untuk dirayakan karena pada hari itu mereka lahir dan memberi berkah kepada tanah Mesir. (Familiar dengan Fir'aun? Nah Fir'aun itu adalah salah satu Pharaoh yang terkenal dengan nama Ramses II).

Egyptian Pharaoh

Tradisi ini kemudian di adopsi oleh bangsa Yunani Kuno untuk perayaan dewa Artemis. Mereka merayakannya dengan meletakkan kue berbentuk bulat di atas altar Dewa Artemis. Kue tersebut juga diberi lilin agar bercahaya, persis seperti bulan yang merupakan simbol identik dari Dewa Artemis. Ini yang kemudian dipercaya menjadi awal mula kenapa kebanyakan kue ulang tahun berbentuk bulat plus ada lilin diatasnya.

Tradisi-tradisi di jaman tersebut juga menyebutkan bahwa asap dapat membawa doa kita menuju surga. Kebiasan jaman sekarang dimana make a wish dilakukan sebelum meniup lilin di atas kue ulang tahun dipercaya bersumber dari tradisi ini. Mereka juga percaya bahwa ada roh jahat dan roh baik yang datang mengelilingi mereka di hari kelahirannya. Ucapan selamat ulang tahun dan terompet-terompet yang ditiup saat perayaan adalah 'senjata' untuk mengusir para roh jahat.

Iya. Perayaan ulang tahun ternyata memang berkaitan erat dengan kebiasan kaum pagan dalam menyembah dewa-dewa mereka. 

Lalu kapan tradisi ulang tahun ini dirayakan untuk seorang 'manusia'?

Bangsa Romawi tercatat sebagai bangsa pertama yang mengadopsi perayaan ulang tahun untuk seseorang yang bukan berasal dari tokoh relijius, tapi hanya terbatas untuk kaum pria sedangkan kaum perempuan tidak dirayakan sampai di akhir abad ke 12. Kue ulang tahun waktu itu juga menjadi barang mewah yang hanya bisa di akses oleh orang-orang kaya, namun revolusi industri yang terjadi di Amerika dan Inggris pada abad ke 18 membuat kue-kue ini menjadi lebih murah sehingga dapat diakses oleh banyak orang di hari ulang tahun mereka.

taken from google

Berbicara tentang industri, kalian pernah denger gak? bisnis ulang tahun termasuk ke dalam bisnis yang menjanjikan keuntungan yang besar lho. Dari sebuah artikel, saya menemukan bahwa rata-rata uang yang dihabiskan oleh orang tua untuk sekali perayaan ulang tahun anaknya mencapai 3-5 juta rupiah, angka ini bahkan tetap sama meskipun si anak masih terlalu kecil untuk memahami, "ini sebenernya orang-orang pada ngapain sih kumpul dimari?". Ini baru biaya pestanya, belum kalau si orang tua pake jasa party organizer, angkanya bisa melonjak dua kali lipat. Menakjubkannya adalah.. angka ini gak turun meskipun dunia sedang mengalami inflasi dan krisis moneter. Hmm.. apakah ini ada hubungannya dengan hipnotis komunikasi massal melalui adegan-adegan ulang tahun yang wara wiri di televisi? mungkin.

Kembali kepada alasan yang mendasari perayaan ulang tahun, jika bangsa Mesir dan Yunani pada waktu itu memiliki alasan tersendiri kenapa mereka menggelar perayaan hari kelahiran, pertanyaannya adalah apa yang menjadi alasan kita melakukan hal yang sama?

"yaa.. untuk nyenengin orang. Lagian apa salahnya sih bikin hepi orang yang spesial buat kita?"

Kayaknya waktu itu saya jawab begitu atau frase yang serupa dengan itu. Entahlah saya lupa jawab apa ketika ada seorang teman yang menanyakan hal ini di sosial media.

"Kalo dia begitu spesialnya di mata kamu, kenapa hanya satu hari dalam satu tahun? kenapa kamu kasih doa, kasih kado cuma satu hari dalam 365 hari?"

Skak mat.

The truth is.. saya juga gak tau kenapa mesti ikutan ngerayain ulang tahun waktu itu. Mungkin karena merayakan ulang tahun seseorang identik dengan memberikan kebahagiaan untuk dia atau mungkin..  mungkin sebenernya saya cuma ikut-ikutan, dengan kata lain semua ini cuma produk dari apa yang saya tonton selama ini di televisi, tau kan adegan-adegan pesta ulang tahun yang hampir selalu ada di setiap sinetron dan drama yang diputar di televisi? Yep. monkey see.. monkey do, that's me. Ngikut tanpa tau esensinya apa.

Jadi, apakah setelah tahu, kemudian saya berhenti merayakan ulang tahun?

Yes, somehow setelah tau asal muasal sejarah ulang tahun ini, saya memutuskan untuk resign dari perayaan ini, baik itu memberikan ucapan atau hadiah. Itu kenapa mungkin beberapa teman dekat merasa heran kenapa saya yang hobi ngucapin selamat ulang tahun, kasih surprise dan lain semacamnya tiba-tiba gak bergeming.

Saya cuma keingetan ada yang pernah bilang begini,

"dan barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka mereka bagian dari kaum itu" 
Saya rasa kalau bukan karena kalimat ini, mungkin saya bakalan tetep ngerayain ulang tahun orang-orang terdekat, you know, kue gratis dan traktiran makan, siapa yang gak suka hal-hal begitu? *ogah ruginya kumat*

Tapi karena yang bilang begini adalah Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam di dalam hadits yang shahih,  maka hal pertama yang kebayang di kepala adalah adegan dimana pas hari pengadilan nanti, saya gak ada di barisan beliau tapi malah ada di barisan kaum yang nyembah bulan dan matahari. It's kinda creepy.

Anyway, kalau kamu, bagaimana? 
Apakah kamu termasuk yang ngerayain ulang tahun atau yang gak? 
Sharing di kolom komentar yaa kira-kira apa sih alasan yang buat kamu ngerayain atau gak ngerayain ulang tahun? Komentar yang memancing debat, nyinyir dan gak sopan akan saya delete yaa karena saya percaya semua orang punya alasan tersendiri untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. 


XoXo


Komentar