Rindu KIA: Jejaring Lintas Sektor Untuk Kesehatan Ibu dan Anak di Malaka

Buat yang kemarin udah baca postingan tentang betapa kerennya rute lintas selatan pulau timor yang terbentang antara Malaka dan Kupang, beberapa orang mungkin ada yang bertanya-tanya,

Ini anak ngapain bisa sampe ke Malaka segala?
Sebenernya si putri ini kerjaannya apa sih, kok kayaknya jalan-jalan mulu?

Well.. sejujurnya, kerjaan saya emang disuruh jalan-jalan ke 10 kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, salah satunya adalah Malaka. Bukan, bukan semacam acara my trip my adventure gitu, tapi lebih kepada pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak. 

Singkatnya, saya bekerja di sebuah lembaga gizi, Nutrition International namanya, yang lagi punya project untuk menurunkan angka anemia di 10 kabupaten ini. Selain anemia, project ini juga bergerak di peningkatan kepatuhan konsumsi tablet zinc pada penderita diare dan peningkatan cakupan pemberian vitamin A pada bayi dan balita. Project ini bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. 

Kemarin di Malaka, saya dan dua orang partner kerja, datang menghadiri pertemuan yang keren banget, Pertemuan Lintas Sektor Dalam Rangka Pembentukan Jejaring Peduli KIA. Pertemuan ini adalah hasil kerja sama antara Dinkes Provinsi NTT, Dinkes Kabupaten Malaka dan Nutrition International.




Kesehatan ibu dan anak itu adalah hal yang sering dijadikan indikator kesejahteraan bagi sebuah bangsa. Wajar sih, karena kesehatan ibu dan anak hubungannya erat banget sama generasi masa depan. Kok bisa? Iya, karena ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat daaaaan... anak yang sehat memiliki kesempatan yang optimal untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi masa depan yang cerdas. 

Nah, sayangnya gak gampang lho untuk mewujudkan kesehatan ibu dan anak, macem-macem komplikasi di dalam kehamilan, persalinan dan bayi baru lahir seringkali datang dan menyebabkan apa yang kita sebut dengan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), dan guess what? negara kita adalah salah satu negara ASEAN dengan AKI dan AKB yang masih cukup tinggi. 

Untuk menurunkan AKI dan AKB ini, petugas kesehatan gak bisa kerja sendiri, perlu dukungan dari sektor yang lainnya juga. Makanya, pada pertemuan ini, seluruh Camat, Kapolsek, Kepala Puskesmas, perwakilan Danramil, PKK dan Dharma Wanita diundang untuk duduk bareng dan membentuk apa yang disebut dengan Jejaring Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, atau yang disingkat dengan RINDU KIA. Jejaring ini akan dibuat dalam bentuk grup whatsapp yang isinya adalah update mengenai segala sesuatu yang terkait dengan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir, misalnya deteksi siapa-siapa saja ibu hamil yang memiliki resiko tinggi, keperluan rujukan ke rumah sakit dan lain sebagainya. 

Selain itu, dalam pertemuan ini dibentuk juga sebuah kesepakatan untuk membangun jejaring pemantauan kepatuhan minum tablet tambah darah pada ibu hamil. Tau kan? kadang-kadang ibu hamil suka lupa tuh minum tablet tambah darah, padahal tablet itu penting banget dikonsumsi setiap harinya untuk mencegah anemia atau kekurangan darah. Anemia ini berhubungan langsung dengan perdarahan yang merupakan penyebab utama kematian Ibu.

Harapan dari pertemuan ini sebenernya adalah agar setiap elemen di dalam masyarakat bisa membantu dan memantau kesehatan ibu hamil di wilayahnya sendiri, sehingga dengan kewaspadaan seperti ini, angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan. Acara ini kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen dari setiap elemen masyarakat yang hadir

Sekretaris Daerah Kab. Malaka (Bapak Donatus Bere, S.H)

Tokoh agama, tokoh masyarakat dan TNI ikutan juga lho

Berikut adalah link yang memuat liputan kegiatan dari media lokal setempat. 
Sukses terus untuk Malaka yaa!
Seneng sekali bisa jadi bagian dari pertemuan bersejarah seperti ini ^^


XoXo





Komentar