Oh Ternyata, Tauhid itu begitu..




Suatu ketika, di awal-awal saya mengenakan hijab, ada seorang kawan yang minjemin banyak banget buku agama ke saya -may Allah bless him, mulai dari yang tipis tipis sampai yang tebalnya mirip sama kamus bahasa inggris-indonesia. Lengkap. Dan jujur kacang ijo.. saya bukan tipikal kutu buku, lebih tepatnya saya adalah tipe pembaca yang semangat di awal, loyo di tengah dan ngantuk di akhir. Dengan karateristik yang kayak gini, tentu saya akan memilih untuk membaca buku yang tipis-tipis hehe.

Satu hari, dia bertanya, "udah baca buku yang mana aja?"

Kalo gak salah waktu itu yang saya baca pertama kali adalah buku tentang kesalahan-kesalahan dalam shalat, atau yang semacamnya. Intinya tentang shalat.

"kenapa baca yang itu dulu?" tanyanya.

Eh emang gak boleh ya? 

"kalau mau belajar agama, mestinya dimulai dari belajar Tauhid dulu" begitu saran nya.

Waktu itu saya gak gitu paham dengan statement yang keluar dari mulutnya ini. Tauhid itu intinya mengakui kalo cuma ada satu Tuhan di semesta ini kan? yang nyiptain segala sesuatu dan satu-satunya yang berhak untuk disembah, gitu bukan?

ah, kalo itu aja sih kayaknya semua muslim pasti udah tau deh. 

Belakangan baru saya tau, kalo pemikiran saya ini keliru. Aseli. Tauhid itu ternyata implementasinya luas banget, gak cuma sekedar ngaku bertuhan satu atau cukup tau kalau Dia-lah pencipta segala sesuatu. Gak gitu ternyata.

Jadi, sebenernya Tauhid itu kayak apa sih?

Well.. im not that expert. not at all. Kamu bisa ngedalamin tentang Tauhid melalui banyak kitab Tauhid ataupun juga buku-buku yang membahas tentang Tauhid, but lemme make it simple.
Gak ada satu pun yang berhak disodorkan segala bentuk ibadah, yang bisa ngedatangin keberuntungan dan keberkahan serta yang bisa menolak segala bentuk musibah dan kesialan selain daripada Allah Azza Wa Jalla. Titik. 
Ini. Berawal dari sini, kita bisa ngenalin praktik sehari-hari, apakah itu menyimpang dari Tauhid atau gak. Perbuatan yang menyimpang dari Tauhid dikenal dengan sebutan syirik, dan syirik ini konsekuensinya ngeri abis!


Berikut beberapa praktik yang sering kita jumpai sehari-hari yang ternyata menyimpang dari Tauhid. Ini saya rangkum dari buku karangan Syaikh Muhamammad at Tamimi. Semoga bermanfaat yess

Dari segi perbuatan

Segi ini dibagi lagi menjadi dua, pertama perbuatan yang menyerahkan sebagian/ seluruh ibadah selain daripada kepada Allah, contoh berdoa selain kepada Allah, memohon perlindungan selain daripada Allah misalnya kepada jin dan sebangsanya atau menyembelih hewan qurban untuk selain Allah. Familiar kan dengan cerita orang-orang yang sengaja nyembelih hewan kemudian diserahkan ke penunggu kawah gunung atau penunggu laut dengan maksud agar urusannya lancar, panennya banyak dan alasan-alasan sejenis lainnya. Ini jelas.. gak Tauhid banget! Dan yang terakhir  mengerjakan sesuatu bukan karena Allah, misalnya karena kepingin dipuji mertua dll, atau yang kita kenal dengan 'riya. Riya ini termasuk syirik kecil lho.

Kedua, segala macem perbuatan yang menganggap bahwa ada zat lain, ada benda lain, yang bisa memberikan keberuntungan atau menolak kesialan selain Allah. Misalnya pake gelang keberuntungan biar ujiannya lancar, gantungin jimat biar dagangan laris, bayi dipakein peniti biar gak diganggu makhluk halus ataaaaaau.. diem-diem ngambil melati yang ada di hiasan pengantin biar kita cepet nikah juga *wah kalo yang terakhir ini dulu saya pernah ngelakuin juga deh -__-

Atau bisa juga misalnya kita lagi sakit terus disuruh ziarah ke kuburan anu lah, ke pohon itulah, ke gua ono lah, yang dianggap keramat dan membawa 'berkah' dengan tujuan biar diberi kesembuhan. Ini semua termasuk kedalam perbuatan yang menyimpang dari Tauhid.

Contoh lagi?

Hari ini kamu baca di rubric zodiac di kolom pekerjaan, tulisannya: memakai pakaian yang cerah dapat menarik klien baru. Kemudian kamu yang tadinya sudah rapi jali dengan baju warna biru dongker tiba-tiba memutuskan untuk memakai baju warna merah muda. Ini juga termasuk menyimpang dari Tauhid lho.
"Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sungguh dia telah kafir (ingkar) dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam." (HR. Bukhari)
Nah.. jadi mulai sekarang stop membaca apalagi mempercayai ramalan bintang ya.

Kemudian misalnya
Hari ini kamu ada study tour keluar kota, terus pagi-pagi kamu ngeliat ada burung gagak hinggap di pohon depan rumah kemudian kamu mutusin untuk gak jadi berangkat study tour.
"kok gak jadi berangkat, nak?" kata ibu kamu.
"iya bu, tadi aku liat ada burung gagak di depan rumah, aku takut nanti di jalan kenapa-kenapa lagi". Nah, kalau yang kayak begini? termasuk menyimpang dari Tauhid juga gak ya?

Jawabannya IYA. Ini namanya Thiyarah yang artinya merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat sesuatu, misalnya burung, melihat orang kecelakaan, angka-angka tertentu atau berjalan di bawah tangga dan lain sebagainya.

Barangsiapa mengurungkan hajatnya karena thiyarah maka ia telah berbuat syirik (HR. Imam Ahmad)

Nah, itu dari segi perbuatan. Ada juga beberapa ucapan yang mungkin sehari-hari tanpa sadar kita ucapkan daaaan.. ternyata itu merupakan salah satu bentuk penyimpangan Tauhid.

Dari segi ucapan

"sumpah dah demi nenek moyang gue, gue gak ngambil barang elo!"

Familiar gak dengan ucapan sejenis ini? Yes, saya juga baru tau kalau apa yang kita embel-embelkan di belakang kata "demi", entah itu orang atau benda, merupakan bentuk pengangungan kita terhadap mereka. Itu kenapa sangat gak dianjurkan untuk bersumpah selain dengan nama Allah Azza Wa Jalla. Coba deh tengok gimana indahnya kalo Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam kalo bersumpah,
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga beriman, dan tidak akan beriman hingga saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang sesuatu yang bila kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Terbarkanlah salam diantara kalian" (HR. Tirmidzi)

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya". Indah banget ya kalimatnya?

Selain bersumpah dengan nama selain Allah, salah satu bentuk ucapan yang menyimpang dari Tauhid adalah mengingkari nikmat dari Allah melalui ucapan yang seperti,

"kalau bukan karena si Anu, pasti gue udah kena hukuman deh"

Ini adalah salah satu bentuk pengingkaran atas nikmat Allah yang seringkali tanpa sadar kita ucapkan. Sebaiknya, ganti ucapan kita dengan, "kalau bukan karena Allah yang ngebantu lewat si Anu, gue pasti udah kena hukuman". Karena dengan begitu, kita meyakini baik dengan hati maupun ucapan bahwa gak ada satupun yang bisa menolak hal buruk selain Allah. Ini juga termasuk implementasi Tauhid lho ternyata.

Gak nyangka yaaaaa? Ternyata Tauhid itu begitu..
Ini baru sebagian kecil yang saya rangkum. Masih ada banyak poin dan penjelasan dari buku tentang Tauhid ini. Intinya jangan berhenti hanya sampai di postingan ini aja yaa.. karena sesungguhnya seorang muslim wajib untuk mempelajari Tauhid.

Ayoo sama-sama belajar yaa ^^


XoXo





Komentar